Selasa, 19 November 2019

KEMENTERIAN KABINET INDONESIA MAJU


KEMENTERIAN KABINET INDONESIA MAJU

KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo telah memperkenalkan dan melantik Menteri-menteri yang akan membantunya bekerja dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Dari 34 menteri yang dilantik dan 4 pejabat setingkat meneteri, sejumlah nama menimbulkan banyak pertanyaan?

1). MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN: MAHFUD MD
Berkelahiran di Sampang, 13 Mei 1957. Dari penelusuran Kompas.com, Mahfud merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (Dr.H) pada tahun 1993 dengan jenjang karier sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) dan Anggota dewan pengarah pembinaan ideology pancasila (2018-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Mafhud MD dapat dikatakan sesuai, dilihat dari pengalaman nya menjabat sebagai ketua mahkmah konstitusi dapat diyakini bahwa beliau orang yang tegas dan bertanggung jawab dan keahliannya dalam dunia politik tidak diragukan lagi, dari pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia terutama dalam bidang politik, hokum dan keamanan menjadi lebih baik lagi.

2). MENTERI AGAMA: FACHRUL RAZI
Berkelahiran di Banda Aceh, 26 Juli 1947 Dari penelusuran Kompas.com, Fachrul diketahui merupakan lulusan Akademi Militer pada tahun 1970. Posisi tertinggi yang pernah di duduki adalah Wakil Panglima TNI pada 1999-2000. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Akmil (1996-1997), Asisten Operasi Kasum ABRI (1997-1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999), dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya dapat dikatakan kurang sesuai, karena Fachrul Razi tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang seharusnya dimiliki oleh seorang menteri agama, namun jika dilihat dari kariernya ia pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999-2000, dapat diyakini ia seorang yang tegas dan taat akan hokum yang dapat ia terapkan dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang menteri agama.

3). MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN: NADIEM MAKARIM
Berkelahiran di Singapura, 4 Juli 1984. Dari penelusuran Kompas.com, Nadiem menempuh pendidikan di Jakarta dan United World College of Southeast Asia (UWC SEA) Singapura, dan bertolak ke Amerika Serikat (AS). Di AS, dia menempuh kuliah sarjana di jurusan Hubungan Internasional Brown University, dan kemudian mengambil strata S2 di Harvard University. Jenjang karier yang memperkenalkan namanya ke dunia public adalah sebagai CEO Gojek (2010-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Nadiem dapat dikatakan sesuai, jenjang pedidikan yang ia tempuh sangat luar biasa, di usia nya yang masih muda ia akan mudah mengetahui perkembangan anak muda saat ini, dan jika dilihat dari keberhasilan nya menjadi CEO gojek ia diharapkan dapat membawa pendidikan Indonesia menjadi lebih maju dan modern yang dapat mengikuti perkembangan teknologi yang berperan besar dalam efisiensi, efektifitas, kualitas maupun administrasi dalam dunia pendidikan. dan diharapkan ia dapat memperkenalkan kebudayaan Indonesia lebih luas lagi di manca Negara.

4). MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA: ZAINUDIN AMALI
Berkelahiran di Gorontalo, 16 Maret 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Zainudin merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi pada tahun 1992. Salah satu jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai sekertariat jendral partai Golkar pada tahun 2014-2015.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Zainudin Amali tidak sesuai, karena ia tidak pernah menempuh atau berkecimpung dalam dunia olahraga dan Zaiudin merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.

5). MENTERI TENAGA KERJA: IDA FAUZIYAH
Berkelahiran di Mojokerto, 16 Juli 1969. Dari penelusuran Kompas.com, Ida merupakan lulusan Program Sarjana di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya (1993) dengan jenjang karier sebagai anggota DPR pada tahun 1999-2018 dan wakil ketua umum DPP PKB Bidang Kesra dan Perekonomian (2019-2024).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Ida Fauziah dapat dikatakan sesuai, karena jika dilihat dari pengalamannya berkarier ia pernah menjabat sebagai wakil ketua umum DPP PKB Bidang Kesra dan Perekonomian (2019-2024). Yang diharapkan ia akan mengerti dan mendengar suara rakyat dalam menjalankan wewenang sebagai menteri tenaga kerja, namun ada sedikit yang menurut saya kurang sesuai karena Ida Fauziyah juga merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.

6). MENTERI PERDAGANGAN: AGUS SUPARMANTO
Berkelahiran di Jakarta, 23 Desember 1965. Dari penelusuran Kompas.com, Agus memiliki jenjang karier sebagai ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) masa jabatan 2014-2018 dan 2018-2022. Agus merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) yang beroperasi di Bangka Belitung. Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Agus Suparmanto dapat dikatakan mendekati sesuai. Dengan menjabat sebagai direktur utama proyek pembangunan kapal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sector perdagangan di Indonesia. Namun, kompas.com tidak memberikan jenjang pendidikan Agus Suparmanto yang memiliki kemungkinan jenis bidang kelulusan yang ia ambil sesuai atau tidak dengan jabatannya sebagai menteri perdagangan. Untuk posisi Menteri Perdagangan, Agus mengaku diminta membantu Presiden Jokowi untuk menggenjot ekspor dan neraca perdagangan Indonesia terhadap negara lain.

7). MENTERI KESEHATAN: TERAWAN AGUS PUTRANTO.
Berkelahiran di Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Dari penelusuran Kompas.com, Terawan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah mada tahun 1990. S2, Spesialisasi Radiologi di Universitas Airlangga, Surabaya, pada tahun 2004. S3, Doktor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar pada tahun 2013. Jenjang karier yaitu salah satunya sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, tahun 2015.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Terawan dapat dikatakan sesuai. Karena ia seorang dokter yang pasti lebih paham dalam dunia kesehatan dan ia pencipta suatu proses penyembuhan yang unik yaitu cuci otak yang sempat ramai dibicarakan karena dapat menyembuhkan orang yang terkena penyakit stroke dari pengealaman nya tersebut diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam dunia kesehatan.

8). MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN: EDHY PRABOWO.
Berkelahiran di Tanjung Enim, Sulsel, 26 Desember 1972. Dari penelusuran Kompas.com, Edhy merupakan lulusan Program Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta (1997) Program Magister Swiss German University (2004). Jenjang karier yang diduduki yaitu sebagai Anggota DPR RI (2014-2019) Anggota DPR RI (2009-2014) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (2012-sekarang).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Edhy Prabow dapat dikatakan sesuai, . Meskipun tidak pernah menggeluti sector bidang kelautan dan perikanan namun ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI yang seharusnya lebih mengerti dan dekat dengan rakyat, diharapkan dari pendidikan nya sebagai Sarjana Ekonomi dapat membantu kinerja nya dalam dunia kelautan dan perikanan dan kinerja nya lebih baik dari menteri sebelumnya yaitu Ibu Susi Pudjiastuti.

9). MENTERI RISET DAN TEKNOLOGI: BAMBANG BRODJONEGORO.
Berkelahiran di Jakarta, 3 Oktober 1966. Dari penelusuran Kompas.com, Bambang merupakann lulusan Universitas Indonesia (1990), Universitas IIIinois pada tahun 1993 dan 1997. Jenjang karier terakhir yang pernah diduduki adalah sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2016-2019.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier nya Bambang Brodjonegoro dapat dikatakan sesuai, walaupun ia tidak pernah berkecimpung dalam dunia teknologi namun dai pengalamannya bekerja sebagai Bappenas di harapkan dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

10). MENTERI ESDM: ARIFIN TASRIF.
Berkelahiran di Jakarta, 19 Juni 1953. Dari penelusuran Kompas.com, Arifin merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (1971-1977) dengan jenjang karier yang pernah ia geluti sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang (2017-2019). Arifin juga memiliki prestasi Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier serta prestasi yang pernah dicapai, Arifin Tasrif dapat dikatakan sesuai. Pekerjaan nya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang memungkinkan adanya peningkatan ESDM Indonesia. Selain itu, dengan adanya jenjang karier dan pendidikan serta prestasi yang didapat, diharapkan dapat menjadi ilmu serta pacuan untuk meningkatkan embanan tugas sebagai menteri ESDM.

11). MENTERI PERTANIAN: SYAHRUL YASIN LIMPO.
Berkelahiran di Makassar, 16 Maret 1955. Dari penelusuran Kompas.com, Syahrul merupakan lulusan S1, S2 dan S3 Universitas Hasanuddin dengan jenjang karier sebagai Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008 hingga 2018.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Syahrul Yasin sudah sesuai, walapun ia tidak pernah berkecimpung di dunia pertanian namun dari pendidikan  nya diharapkan dapat mensejahterakan petani Indonesia dan membuat pertanian Indonesia lebih baik lagi.

12). MENTERI DALAM NEGERI: TITO KARNAVIAN.
Berkelahiran di Palembang, 26 Oktober 1964. Dari penelusuran Kompas.com, Tito merupakan lulusan Pendidikan Master Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris (1993), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta (1996), Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (1998), Massey University, New Zealand (1998). Jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai Kapolda Metro Jaya (2015-2016), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2016), Kapolri (2016-2019) dengan penghargaan yang pernah dicapai yaitu Adhi Makayasa (1987), Bintang Wiyata Cendekia (1996), Bintang Seroja (2011).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Tito Karnavian sudah tepat, dilihat dari pendidikan dan prestasi yang ia dapatkan diharapkan ia dapat membawa Indonesia lebih baik lag dan dapat dapat menjalankan tugas sebagai menteri dalam Negeri secara adil dan bertanggung jawab.

13). MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI (PAN-RB): TJAHJO KUMOLO
Berkelahiran di Surakarta, 1 Desember 1957. Dari penelusuran Kompas.com, Tjahjo Kumolo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (1985) dengan pendidikan khusus Kursus Singkat Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta (1994). Jenjang karier yang pernah ia tempati adalah sebagai menteri dalam Negeri (2014-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Tjahjo Kumolo sudah tepat, dilihat dari pengalaman nya menjabat sebagai menteri dalam Negeri diharapkan ia dapat membawa Indonesia lebih baik lagi dan bertanggungjawab atas amanah yang di berikan.

14). MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI (PDTT): ABDUL HALIM ISKANDAR.
Berkelahiran di Jombang, Jawa Timur, 14 Juli 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Syahrul memiliki hubungan darah dengan presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai paman-keponakan. Riwayat pendidikan Abdul Halim Iskandar, dari tingkat dasar hingga tingkat atas (SMA) dijalani di Pondok Pesantren Mambaul Maarif. Setelah dinyatakan lulus, ia melanjutkan pendidikan di IKIP Yogyakarta. Pada tahun 1993-1997, Abdul Halim Iskandar pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng. Pada tahun 1998, terjadi perubahan besar di Indonesia dengan bergeraknya gelombang reformasi yang kemudian Gus Dur mendirikan PKB. Sejak saat itulah, Halim mulai aktif berpolitik.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Abdul Halim dapat dikatakan sesuai, dilihat dari pendidikn dan kariernya diharapkan ia dapat membawa Indonesia lebih baik lagi dan bertanggungjawab atas amanah yang di berikan.

15). MENTERI SOSIAL: JULIARI BATUBARA.
Berkelahiran di Jakart, 22 Juli 1972. Dari penelusuran Kompas.com, Juliari merupakan lulusan Riverside City College USA (1991-1995) Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997). Jenjang karier yang pernah dijalani yaitu salah satunya sebagai Komisaris PT. Tridaya Mandiri (2005) dengan riwayat organisasi yang salah satunya sebagai Wakil Bendahara PDI Perjuangan (2010).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Juliari Batubara dapat dikatakan sesuai. Diharapkan jabatan yang ia dapat dilaksanakan dengan adil dan bertanggung jawab.

16). MENTERI LUAR NEGERI: RETNO MARSUDI.
Berkelahiran di Semarang, 27 November 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Retno merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada jurusan Ilmu Hubungan Internasional (angkatan 1981) Haagse Hogeschool, mempelajari Undang-Undang Uni Eropa Universitas Oslo, Hak Asasi Manusia. Jenjang karier yang pernah diduduki Menteri Luar Negeri (2014-sekarang) Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012 - 2014).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Retno Marsudi dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama dan pengalaman nya di luar negeri yang luar biasa diharapkan kinerja nya meningkat dan bertanggung jawab atas jabatannya.

17). MENTERI PERHUBUNGAN: BUDI KARYA SUMADI.
Berkelahiran di Palembang, 18 Desember 1956. Dari penelusuran Kompas.com, Budi merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri Perhubungan Indonesia (2016-2019) Menteri Perhubungan Indonesia (2019-sekarang).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Budi Karya Sumadi dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

18). MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAN (PUPR): BASUKI HADIMULJONO.
Berkelahiran di Surakarta, 5 November 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Basuki merupakan lulusan Program Sarjana Teknik Geologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1979) Program Magister dan Doktor Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat (1989) dengan jenjang karier yaitu sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007) Direktur Jenderal Penatan Ruang (2013-2014) Menteri PUPR (2014-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Basuki Hadimuljono dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

19). MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG (ATR): SOFYAN DJALIL.
Berkelahiran di Aceh Timur, 23 September 1953. Dari penelusuran Kompas.com, Sofyan merupakan lulusan Tuft University (1993) dengan jenjang karier yaitu sebagai menteri perencanaan pembangunan social (2015-2016) dan menteri ATR (2015-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Sofyan Djalil dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

20). MENTERI BUMN: ERICK THOHIR.
Berkelahiran di Jakarta, 30 Mei 1970. Dari penelusuran Kompas.com, Erick merupakan putra Teddy Thohir salah satu pemilik Astra International. "Membangun BUMN, ekspansi ke pasar global, itu ada di beliau," sebut Jokowi saat mengumumkan anggota kabinet. Pria 49 tahun panyandang gelar Master of Business Administration dari Universitas Nasional California ini juga aktif dalam bidang olahraga mulai basket hingga sepak bola. Ia tercatat sempat mengakuisisi saham mayoritas Inter Milan, salah satu klub sepak bola besar di Italia. Berkat itu, Erick lantas menjadi Presiden Inter Milan pada 2013.
Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Erick Thohir dapat dikatakan sesuai. Diharapkan Erick mampu membangun BUMN ke pasar global sesuai keinginan presiden Jokowi.

21). MENTERI PERTAHANAN: PRABOWO SUBIANTO.
Berkelahiran di Jakarta, 17 Oktober 1951. Dari penelusuran Kompas.com, Pendidikan masa kecil Prabowo ditempuh di Malaysia, Swiss dan Amerika Serikat. Merupakan lulusan Akmil Magelang (1974) dengan jenjang karier yaitu sebagai ketua dewan Pembina partai gerindran dan calon presiden pada pilpres 2019.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Prabowo Subianto sudah tepat dilihat dari pendidikan akademi militer yang ia jalani di harapkan dapat mempertahankan Indonesia menjadi lebih baik dan bertanggung jawab atas jabatannya.

22). MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF: WISHNUTAMA.
Berkelahiran di Jayapura, 4 Mei 1970. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan CEO NET Tv yang dikenal sebagai Sutradara Kreatif Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018. Lulusan jurusan liberal arts, Mount idea college, Boston, Amerika Serikat dan Communication, Emerson College, Boston, Amerika Serikat.
Menurut saya dari segi jenjang karier dan pendidikan, Wishnutama dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalamannya dalam bidang komunikasi dan kreatifitas, diharapkan dapat membangun dan meningkatkan kinerja dibidang pariwisata dan kreatif Indonesia.

23). MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (PPPA): I GUSTI AYU BINTANG DARMAVATI.
Berkelahiran di Bali, 24 November 1968. Dari penelusuran Kompas.com, beliau merupakan lulusan Universitas Udayana, dengan jenjang karier sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar. Riwayat organisasi yaitu Ketua Bidang Organisasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas) Ketua Bidang II Penggerak PPK Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menurut saya dari segi jenjang karier dan pendidikan, I Gusti Ayu BD. Sudah tepat dilihat dari pengalamannya di bidang organisasi di harapkan dapat bertanggung jawab atas jabatannya.

24). MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN: SITI NURBAYA BAKAR.
Berkelahiran di Jakarta, 28 Juli 1956. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor, Lulus 1979 International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, Lulus 1988 S-3 IPB dengan Siengen University, Jerman, Lulus 1998. Jenjang karier yang pernah dijalani yaitu sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: 2014-2019.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Siti Nurbaya Bakar dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

25). MENTERI PERINDUSTRIAN: AGUS GUMIWANG KARTASAMITA.
Berkelahiran di Jakarta, 3 Januari 1969. Dari penelusuran Kompas.com, merupakan lulusan program doctor ilmu pemerintahan, Universitas Padjajaran (2010-2012) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri social (Agustus 2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Agus Gumiwang Kartasima dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri social di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

26). MENTERI SEKERTARIS NEGARA: PRATIKNO.
Berkelahiran di Bojonegoro, 13 Februari 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Pratikno merupakan lulusan Sarjana di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (1985) Master di Development Administration, Birmingham University, Inggris (1990) Doktor di Political Science, Flinders University, Australia (1997) Profesor di Political Science, Universitas Gadjah Mada (2008). Jenjang karier yang oernah ia duduki yaitu sebagai Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (2008-2012) Rektor Universitas Gadjah Mada (2012-2014). Beliau juga merupakan menseg di periode sebelumnya.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Pratikno dapat dikatakan sesuai dilihat dari pengalamannya yang sudah pernah menjabat menjadi menteri di posisi yang sama di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

27). MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN: MUHADJIR EFFENDY.
Berkelahiran di Madiun, 29 Juli 1956. Dari penelusuran Kompas.com, Muhadjir merupakan lulusan S-3, Ilmu-Ilmu Sosial Pasca Sarjana, Universitas Airlangga, Surabaya S-2, Magister Adminsitrasi Publik (MAP) Sarjana Pendidikan Sosial Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Malang (Sekarang Universitas Negeri Malang). Sarjana Muda, Fak. Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Malang (Sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Short Course, Regional Security and Defence Policy, National Defence University, Washington D.C., USA, 1993. Short Course, Management for Higher Education, Victoria University, British Columbia, Canada, 1991. Jenjang karier yang pernah ia jalani yaitu sebagai Dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (2000-2016) Pembantu Rektor I/Bidang Akademik, Universitas Muhammadiyah Malang (1996-2000).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Muhajir Efendy dapat dikatakan sesuai, dilihat dari kariernya menjadi dosen di harapkan kinerja nya ditingkatkan dan bertanggung jawab atas jabatannya.

28). MENTERI KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DAN INVESTASI: LUHUT BINSAR PANDJAITAN.
Berkelahiran di Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947. Dari penelusuran Kompas.com, Luhut merupakan lulusan Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat. National Defense University, Amerika Serikat dengan jenjan karier yaitu sebagai Duta Besar RI untuk Singapura (1999-2000) Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001) Kepala Staf Kepresidenan (2014-2015) Menko Polhukam (2015-2016) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Luhut Binsar Pandjaitan dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman kariernya, diharapkan dapat mampu meneruskan program pekerjaan untuk meningkatkan kinerjanya. 

29). MENTERI KOPERASI DAN UMK: TETEN MASDUKI.
Berkelahiran di Garut, 6 Maret 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Teten merupakan lulusan IKIP Bandung (1987) dan Kursus Kepemimpinan LSM di Eltaller, Tunisa (1989) dengan jenjang karier yaitu sebagai ketua ICW (1998-2008) dan Kepala staf kepresidenan (2015-2018).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Teten Masduki dapat dikatakan  sesuai. Dengan memiliki ilmu dalam dunia LSM dan jenjang karier sebagai ketua ICW diharapkan dapat menambah kualitas kinerjanya dalam bidang kekoperasian dan umk dan bertanggung jawab atas jabatan yang di berikan.

30). MENTERI KEUANGAN: SRI MULYANI.
Berkelahiran di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Sri merupakan lulusan University of lllinois Chicago dan Urbana dengan jenjang karier yaitu sebagai Direktur pelasana world bank (2010-2016) dan Mekeu (2016-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Sri Mulyani dapat dikatakan sesuai. Mengingat segala pengalaman dan pencapaiannya terdahulu di periode sebelumnya sebagai Menkeu. Diharapkan beliau dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam bidang keuangan Indonesia.

31). MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA: JOHNNY G PLATE.
Berkelahiran di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956. Dari penelusuran Kompas.com, Johnny merupakan lulusan Universitas Atma Jaya, Jakarta dengan jenjang karier yaitu sebagai Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019. Pada tahun 2017, Johnny dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem hingga tahun 2019.
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Johnny G Plate dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalamannya, diharapkan dapat mendorong kinerjanya dalam bertugas di tugas dan wewenangnya saat ini dan bertanggung jawab atas jabatannya.

32). MENTERI PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL (PPN)/ KEPALA BAPPENAS: SUHARS0 MONOARFA.
Berkelahiran di Mataram, 31 Oktober 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Suharso merupakan lulusan Program Magister di University of Michigan, AS (1995) Program Sarjana Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (1975) Akademi Geologi dan Pertambangan Bandung (1973) dengan jenjang karier yang pernah diduduki yaitu sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) (Januari 2019) Menteri Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2011) Anggota DPR (2004-2009) Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (Maret 2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Suharso Monoarfa dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalamannya dalam bidang persatuan dan pembangunan diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja jabatannya saat ini.

33). MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA: YASONNA LAOLY.
Berkelahiran di Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953. Dari penelusuran Kompas.com, Yasonna merupakan lulusan North Carolina University (Ph.D) pada tahun 1992 dengan jenjang karier yaitu sebagai Aggota DPR RI (2019) dan Menhum dan Ham (2014-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier Yasonna Laoly dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalaman sebelumnya menjadi menhum dan ham, diharapkan dapat melanjutkan program kerja dan meningkatkan kinerjanya.

34). MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN: AIRLANGGA HARTANTO.
Berkelahiran di Surabaya, 1 Oktober 1962. Dari penelusuran Kompas.com, Airlangga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) Monash University Melbourne, Australia (1997) dengan jenjang karier yaitu sebagai Menteri Perindustrian (2016-2019) dan Ketua umum partai golkar (2017-sekarang).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Airlangga Hartanto dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalaman sebelumnya sebagai menteri perindustrian dapat dijadikan dorongan dalam meningkatkan kinerjanya di bidang perekonomian Indonesia.

35). JAKSA AGUNG RI: ST BURHANUDDIN.
Berkelahiran di Cirebon, 17 Juli 1954. Dari penelusuran Kompas.com, Burhanuddin merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (1983) Pendidikan pembentukan jaksa (1991) Pendidikan korupsi (1992) Pendidikan wira intelijen (1993) Pendidikan Penyelundupan (1994) Pendidikan administrasi perkara TP umum (1995) Pendidikan peradilan TUN (1995) Pendidikan hak atas kekayaan intelektual (1996) Pendidikan spama (1996) Magister Manajemen Universitas Indonesia (2001) Pendidikan kepemimpinan tingkat 1 (2003) Doktor Satyagama, Jakarta (2006) Pendidikan kepemimpinan tingkat 2 (2008). Jenjang karier yaitu sebagai Staf Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi (1989) Kepala Kejaksaan Negeri B Kejari Bangko Jambi (1999-2001) Kepala Kejaksaan Negeri A Kejari Cilacap (2003-2004) Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus (2007-2008) Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara (2008-2009) Inspektur V Jaksa Agung Muda (JAM) Pengawasan (2009) Kepala Kejaksaan Tinggi Kejati Sulawesi Selatan (2010-2011) Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI (2011-2014) Komisaris Utama PT Hutama Karya (2015-2019) Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Aceh Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kejati) Jambi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Aspidsus Kejati) NAD Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Aswas Kejati) Jawa Barat. Dengan penghargaan yang pernah dicapai yaitu Satyalancana Karya Satya X dari Presiden RI (1998) Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden RI (2007).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier serta penghargaan yang dicapai, ST Burhanuddin dapat dikatakan sesuai. Melihat segala pengalaman yang pernah beliau lakukan, diharapkan dapat mengemban tugas dan wewenangnya secara adil dan bertanggung jawab.

36). KEPALA STAF KEPRESIDENAN: MOELDOKO
Berkelahiran di Kediri, 8 Juli 1957. Dari penelusuran Kompas.com, Moeldoko merupakan lulusan S-3 Falkultas Administrasi Negara, Universitas Indonesia, Jakarta, 2014 dengan jenjang karier yaitu sebagai Panglima TNI (2013-2015) Kepala Staf Kepresidenan (2018).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Moeldoko dapat dikatakan sesuai. Mengingat jabatannya terdahulu sebagai staf kepresidenan, diharpakan dapat meningkatkan kinerjanya pada jabatan saat ini.

37). SEKRETARIS KABINET: PRAMONO AGUNG
Berkelahiran di Kediri, 11 Juni 1963. Dari penelusuran Kompas.com, Pramono merupakan lulusan Magister Manajemen UGM (1990-1992) Doktor Ilmu Komunikasi Unpad (2010-2013) dengan jenjang karier sebagai Wakil Ketua DPR RI (2009-2014) Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Kerja (2015-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Pramono Agung dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalaman beliau terdahulu yang pernah menjabat sebagai mensek cabinet kerja, diharapkan dapat meneruskan program kerjanya dan meningkatkan kinerjanya pada periode saat ini.

38). KEPALA BADAN KOORDINASI DAN PENANAMAN MODAL (BKPM): BAHLIL LAHADALIA
Berkelahiran di Banda, Maluku Utara, 7 Agustus 1976. Dari penelusuran Kompas.com, Bahlil merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua dengan jenjang karier sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (2015-2019).
Menurut saya dari segi pendidikan dan karier, Bahlil Lahadalia dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalamannya sebagai dibidang himpunan pengusaha muda Indonesia, diharapakan dapat mendorong kinerja kegiatan dalam bidang koordinasi dan penanaman modal.


Sumber : www.kompas.com


Minggu, 16 Juni 2019

Antecedents of Pronouns & Dangling Constructions

Antecedents of Pronouns

Nouns (noun) which are represented by pronouns (pronoun) are known as antecedent terms. The noun can be a word, phrase, or clause. In general, in a sentence, antecedent lies before the pronoun. Consider the example of the following sentence, the bold letters are pronouns and the underlined ones are antecedents.
·         The car that I want is on sale.
·         The teacher asked the children where theywere going.
·         The government workers received theirpaychecks.
·         I threw the keys to him and he caughtthem.
·         Jane thought she saw the missing boy and reported him to the police.
·         The shift supervisor hates these accidentsbecause he thinks they can be easily avoided.
·         Does anyone have his or her book?
Pronouns must be equivalent to the antecedent. In other words, if the antecedent is singular then the pronoun must also be singular. If the antecedent is plural then the pronoun must also be plural. In sentences, sometimes pronoun acts as an antecedent represented by other pronouns.
Dangling Constructions
A dangling construction is a group of words that the writer intends to be a modifier for a noun or phrase but the noun or phrase is not actually in the sentence.  Instead, the modifier erroneously describes a noun or phrase that is in the sentence sometimes with humorous results.  Here are some examples.
  • After eating, the waiter gave us the bill. (The sentence grammar says the waiter did the eating but that's not what the writer really means.)
  • While running, my shoe lost its heel. (I couldn’t slow that shoe down!)
  • To avoid extinction, researchers hope to breed in captivity.
  • After taking a three-month bicycle trip through Montana, my dog was happy to see me.
  • After reading the book, the movie is going to be great.
  • Wrapped in wax paper, the picnickers couldn't see if the sandwiches were tuna or egg salad.
  • Rolling down the hill, Larry saw an avalance of rocks approaching.
  • After placing bets, the horses headed to the starting gate.
Similar to dangling modifiers are misplaced modifiers.
  • I saw penguins on a trip to the zoo. (I hope the penguins enjoyed their visit!)
  • Jake shot an elephant in his pajamas. (Jake never did explain how the elephant got into his PJ’s).
  • Mike caught the fly ball running backwards.
  • I found a lottery ticket walking home.

Senin, 22 April 2019

COMPLAINING DIALOG

DIALOG WITH A CLIENT ON A PRODUCT COMPLAIN

Customer                              : Excuse me

Me                                        : Yes sir, can I help you?

Customer                              : I think I got the wrong order. I ask for a fried rice, but what I received was fried noodles.

Me                                        : Sorry for the trouble sir, what is your table number sir?

Customer                              : Im sitting on table number 10

Me                                        : Okay I will immediately change the menu that matches your order, im apologizing once again for the inconvenience. We will give you a bonus of orange juice then you can wait in your table sir. .

Customer                              : okay it doesn't matter, I guest as soon as posible. Because I'm already very hungry. thanks.

Me                                        : Yes sir you’re welcome.



COMMONLY MISUSED WORDS

CONFUSINGLY RELATED WORDS

PREPOSITION




DIALOG WITH A CLIENT ON A PRODUCT COMPLAIN

Co-worker       : Hey, Whats going on?

Me                   : The customer get a wrong order, and he want change to the right order. But I already 

give him the right order and a free additional orange juice.

Co-worker       : Well its nice and good decision, we have to give the best service for our customers.

Me                   : Thankyou very much sir.

Co-worker       : Okay, you can continued your work then.

Me                   : Yes sir.

COMMONLY MISUSED WORDS

CONFUSINGLY RELATED WORDS

PREPOSITION


Minggu, 24 Maret 2019

MICHAEL BAMBANG HARTONO BIOGRAPHY


MICHAEL BAMBANG HARTONO
BIOGRAPHY



Michael Bambang Hartono (born 2 October 1939 in KudusCentral Java), also known as Oei Gwie Siong, is a Chinese Indonesian billionaire heir and businessman (1). Michael and his brother Robert Budi are the owners of kretek (clove cigarette) manufacturer Djarum, which they inherited from their father Oei Wie Gwan upon his death in 1963. Growing the business to a large conglomerate including Bank Central Asia, electronics, plantations and various properties, they became the richest in the country with Michael himself having a net worth in excess of $10 billion (2)
He lives in Kudus, Indonesia and is married to Widowati Hartono. The couple has four children. Bambang is a bridge player. In an interview, he said that "bridge is how you train yourself in making good decisions and risk-taking" and that his uncle introduced him to the game during the Japanese occupation of Indonesia. A major supporter of the sport in the country and president of the South East Asia Bridge Federation, he received an award from the World Bridge Federation in 2017 for his support in making bridge a category in the Asian Games.
He represented Indonesia at the Asian Games 2018 in bridge, winning a bronze medal with his team at the Supermixed team event hence making him the oldest Indonesian Asian Games medal winner. He was the oldest athlete in the Indonesian contingent, though several other non-Indonesian bridge players were older. He had also participated in other competitions abroad, in one case self-admittedly falling asleep during a finals match due to drinking wine beforehand (3).

The cigarette company grew under the two brothers, making its first export in 1972 and introducing new products (4). Today, the cigarette brand is one of the largest in Indonesia, with a 19 percent market share in 2012. As the cigarette business continued to grow, the group began expanding to other fields, founding an electronics brand Polytron in 1975. The group also expanded into businesses like palm oil, papermaking and communication towers.
Starting their entry into the banking business through Haga Bank and Hagakita Bank, the brothers under the Mauritius-registered corporation FarIndo Investments in a consortium with Farallon Capital took over 51.15% of Bank Central Asia in 2002, defeating other bidders despite making a lower offer (5). While initially only holding less than 10% stake in the consortium, Djarum held a 92.18% stake in the consortium by 2006, though the Haga and Hagakita Banks were sold to Rabobank. After a Rp 3.45 trillion deal with UBS in 2010, the brothers controlled a majority of the company's shares.
The shares were transferred to an Indonesian holding company PT Dwimuria Investama Andalan in 2016 during a tax amnesty program. As of September 2017, the company was jointly held by Michael and Robert, and possessed a 54.94% stake in BCA.
Aside from the aforementioned businesses, the Djarum group also controls several shopping malls and buildings in Jakarta, including Grand IndonesiaHotel Indonesia and BCA Tower.
According to Forbes, Hartono has a net worth of $10.7 billion, as of October 2018, making him the 75th richest person in the world. He and his brother – who was also listed slightly above him at 69th – were named as the richest Indonesians in 2017, the 9th year in a row they were listed as such.
His company is also active in internet ventures, controlling e-commerce website Blibli.com and one of Indonesia's largest online communities Kaskus.


Note :
(1)Past Tenses
(2)Reflexive Pronouns
(3)Gerund
(4)Personal Pronouns
      (5)Gerund


Explanations :

1.Mostly tenses that are used in this article is Past Tense because this tense usually use to express/shows the experiences or event that happen on the past.

2.Gerund is a word formed from a verb that is added to -ing and functions as a noun. Ex: I remember dancing with him last week. +Infinitive is a verbal consisting of the particle -to (usually used to express purpose). Ex: He locked the door to keep everyone out.
3.Reflexive pronoun is an activity where subject and object are the same person or the same object. Ex: She went to school by herself.




Senin, 30 Oktober 2017

ANALISIS SWOT KOPERASI

“Analisis SWOT Koperasi Indonesia”
(Peluang, Ancaman, Kesempatan, dan Hambatan)

Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan(Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan sekitar untuk merumuskan strategi yang tepat bagi organisasi.
Hal ini melibatkan penentuan tujuan organisasi dan mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan itu. Metode SWOT ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang pada waktu itu (dasawarsa 1960-an dan 1970-an) sedang memimpin proyek riset pada Universitas Stanforddengan menggunakan data dari berbagai perusahaan. Analisis SWOT dibuat berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kekurangan dan ancaman.

Komponen-komponen Dasar SWOT
Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
a.      Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
b.      Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
c.       Opportunity (O)adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
d.      Threat (T)adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.

Jenis-Jenis Analisis SWOT
Jenis-jenis analis SWOT adalah sebagai berikut :
1.      Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2.      Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.
Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah berikutnya tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan.

Hambatan-hambatan  Koperasi
Salah satu kendala utama yang dihadapi koperasi adalah banyak partai politik yang memanfaatkan koperasi untuk meluaskan pengaruhnya. Dan juga karena hambatan-hambatan yang di alami Indonesia di antaranya kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah. Koperasi di Indonesia masih sangat lemah. Tidak ada perkembangan yang cukup tinggi. Boleh dikatakan koperasi di Indonesia berjalan di tempat.
Beberapa faktor yang menyebabkan koperasi tidak bisa berjalan adalah dari segi permodalan. Faktor lain yang perlu kita perhatikan dalam mendukung perkembangan koperasi adalah manajemen koperasi itu sendiri. Banyak hambatan yang dihadapi koperasi dari segi manajemennya sendiri.
Selain itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang semakin berkembang di sejumlah kota Indonesia maupun koperasi simpan pinjam, yang operasinya lebih pada kredit mikro.

Melakukan Analisa SWOT untuk koperasi Kita
       Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaituStreght ( Kekuatan) Weakness ( Kelemahan koperasi Kita ) Oportunity ( Peluang Koperasi kita) dan Threat ( ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus mengkalsifikasikan hal-hal diatas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan dalam renstra koperasi.
Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi koperasinya, pengurus harus mampu melakukan forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari forecasting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumberdaya organisasi. Kemudian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan opportunities dan threats.

Perkembangan Koperasi dengan Analisis SWOT

a)      Kekuatan (Strength)
Kekuatan (strength) yaitu kekuatan apa saja yang dimiliki koperasi. Dengan mengetahui kekuatan, koperasi dapat dikembangkan menjadi lebih tangguh hingga mampu bertahan dalam perekonomian di Indonesia dan mampu bersaing untuk pengembangan selanjutnya.
Peterson (2005), mengatakan bahwa koperasi harus memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi-organisasi bisnis lainnya untuk bisa menang dalam persaingan di dalam era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini.
Keunggulan kompetitif disini didefinisikan sebagai suatu kekuatan organisasional yang secara jelas menempatkan suatu perusahaan di posisi terdepan dibandingkan pesaing-pesaingnya.
Faktor-faktor keunggulan kompetitif dari koperasi harus datang dari:
1)      Sumber-sumber tangible seperti kualitas atau keunikan dari produk yang dipasarkan (misalnya koperasi susu, koperasi harus memperhatikan kualitas susu yang dihasilkan) dan kekuatan modal.
2)      Sumber-sumber bukan tangible seperti brand name, reputasi, dan pola manajemen yang diterapkan.
3)      Kapabilitas atau kompetensi-kompetensi inti yakni kemampuan yang kompleks untuk melakukan suatu rangkaian pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan kompetitif.

b)      Kelemahan (Weakness),
Kelemahan (Weakness) yaitu segala faktor yang tidak menguntungkan atau merugikan bagi koperasi. Menurutnya, salah satu yang harus dilakukan koperasi untuk bisa memang dalam persaingan adalah menciptakan efisiensi biaya. Tetapi ini juga bisa ditiru / dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain (non-koperasi).
Jadi, ini bukan suatu keunggulan kompetitif yang sebenarnya dari koperasi. Menurutnya satu-satunya keunggulan kompetitif sebenarnya dari koperasi adalah hubungannya dengan anggota. Misalnya, di koperasi produksi komoditas-komoditas pertanian, lewat anggotanya koperasi tersebut bisa melacak bahan baku yang lebih murah, sedangkan perusahaan non-koperasi harus mengeluarkan uang untuk mencari bahan baku murah.
c)      Kesempatan (Opportunities)
Kesempatan (Opportunities) yaitu semua kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala yang lebih besar. Dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut faktor-faktor kunci yang menentukan keberhasilan koperasi adalah:
·         Posisi pasar yang kuat (antara lain dengan mengeksploitasikan kesempatan-kesempatan vertikal dan mendorong integrasi konsumen).
·         Pengetahuan yang unik mengenai produk atau proses produksi.
·         Sangat memahami rantai produksi dari produk bersangkutan.
·         Menerapkan suatu strategi yang cemerlang yang bisa merespons secara tepat dan cepat setiap perubahan pasar.
·         Terlibat aktif dalam produk-produk yang mempunyai tren-tren yang meningkat atau prospek-prospek masa depan yang bagus (jadi mengembangkan kesempatan yang sangat tepat).

d)      Ancaman (Threats)
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan,  meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi. Bentuk-bentuk organisasi dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan diatur oleh pihak luar.
Jadi koperasi telah gagal untuk berkembang menjadi unit-unit yang mandiri dan sepenuhnya berdasarkan anggota. Masih dalam kaitan ini, Linstad (1990) mengatakan bahwa di banyak negara berkembang sering kali pemerintah melihat dan menggunakan koperasi sebagai suatu alat untuk menjalankan agenda-agenda pembangunannya sendiri.
Koperasi sering diharapkan bahkan di paksa berfungsi sebagai kesejahteraan sosial dan sekaligus sebagai organisasi ekonomi, yang dengan sendirinya memberi beban sangat berat kepada struktur manajemen koperasi yang pada umumnya lemah.Menurut Braverman, dkk. (1991), sedikit sekali perhatian diberikan kepada kondisi-kondisi ekonomi dimana koperasi-koperasi diharapkan melakukan berbagai aktivitas. Promosi koperasi yang tidak diskriminatif, yakni tanpa memberi perhatian pada hal-hal seperti dinamik-dinamik internal, insentif, struktur kontrol, dan pendidikan dari anggota, sering kali telah membuat koperasi-koperasi menjadi organisasi-organisasi birokrasi yang sangat tergantung pada dukungan pemerintah dan politik. Oleh karena itu, Gentil (1990) menegaskan bahwa agar koperasi maju maka hubungan antara pemerintah dan koperasi yang didefinisikan ulang.


 Sekian Analisis Swot yang dapat saya berikan, Semoga bermanfaat dan dapat menjadi informasi dan pengetahuan bagi para pembaca sekalian.